Wednesday, 23 February 2011

Home » kesehatan » kurang minum bisa memicu serangan jantung

kurang minum bisa memicu serangan jantung

Dibaca :
Anjuran untuk sering-sering minum air
putih punya banyak manfaat.
Selain menjaga tubuh dan
pikiran tetap bugar, kadar air
dalam tubuh yang senantiasa
terjaga juga bisa mengurangi risiko serangan jantung akut. Sekitar 70 persen tubuh
manusia terdiri dari air sehingga
air memegang peran penting
dalam menjaga kesehatan.
Nutrisi-nutrisi penting dalam
makanan hanya bisa diserap jika sel-sel dalam tubuh memiliki
cukup air untuk melarutkannya. Komponen tubuh yang paling
banyak mengandung air adalah
darah, dengan komposisi air
sekitar 85 persen. Apabila kadar
air dalam tubuh berkurang,
darah akan mengental dan membuat peredaran darah
menjadi tidak lancar. Berkurangnya kadar air dalam
tubuh antara lain dipicu oleh
keluarnya keringat saat
beraktivitas. Jika tidak diimbangi
dengan minum air putih, maka
dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh bisa menyebabkan
darah mengental dan
peredarannya tidak lancar. Darah yang mengental juga
punya risiko lebih tinggi untuk
membentuk endapan di
pembuluh darah. Saat melewati
pembuluh-pembuluh halus yang
menuju jantung, endapan itu bisa saja menyumbat dan
menyebabkan serangan jantung
akut. Hal ini dijelaskan oleh Dr dr
Saptawati Bardosono, MSc atau
biasa dipanggil dr Tati, dosen
Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia dalam jumpa pers
bertema "Waspada Dampak Dehidrasi Ringan Terhadap
Kinerja, Kognitif dan Mood" di
Hotel Le Meredien Jakarta,
Rabu (9/2/2011). Meski demikian, dr Tati
mengatakan risiko untuk
mengalami serangan jantung
hanya karena kurang minum
saja sangat kecil. Biasanya itu
terjadi jika seseorang sejak awal memang sudah memiliki
gangguan pada jantung atau
sistem peredaran darahnya, lalu
dehidrasi atau kurang cairan
akan memperparah kondisinya. Dampak yang sesungguhnya
lebih butuh perhatian adalah
berkurangnya kemampuan
kognitif dan mood atau suasana
hati. Dehidrasi ringan dengan
tingkat keparahan 1,4 persen pada pria atau 1,3 persen pada
wanita sudah bisa membuat
kemampuan kognitif atau
berpikir seseorang terganggu. Dehidrasi ringan hingga sedang
juga bisa mempengaruhi emosi
dan suasana hati. Gejalanya
antara lain mudah tersinggung,
marah-marah, gelisah dan
mudah panik. Akibatnya orang itu menjadi lebih mudah stres
dan mengalami gejala lain yang
menyertainya seperti sakit
kepala. "Jika mengalami sakit kepala,
jangan buru-buru minum obat.
Coba dulu minum 2-3 gelas air
putih, lalu tunggu 20 menit. Jika
sakit kepala itu dipicu oleh
dehidrasi ringan, maka aakn sembiuh dengan sendirinya.
Kalau2 tidak sembuh, baru boleh
minum obat," ungkap dr Tati.

Artikel Terkait