Monday, 24 February 2014

Home » edukasi , sosial » IPK Tinggi Bukan Jaminan Untuk Meraih Kesuksesan

IPK Tinggi Bukan Jaminan Untuk Meraih Kesuksesan

Dibaca :
IPK Tinggi Bukan Jaminan Untuk Meraih Kesuksesan

Saya mahasiswa statistika FMIPA UGM tidak setuju jika ipk adalah satu-satunya parameter untuk meraih kesuksesan di dunia. Bukan karena IP saya menengah kebawah, bukan karena saya minder dengan teman-teman saya yang IP nya termasuk kategori menengah keatas. Tapi saya mencoba untuk melihat realitas yang ada.

Dalam dunia perkuliahan 2 huruf ini selalu menjadi perbincangan utama saat akhir semester berakhir, IP adalah Indeks Prestasi bagi yang belum tahu, adalah ukuran penilaian sampai mana si mahasiswa bisa memahami materi, mungkin anda punya pendapat yang berbeda tapi ini pendapat saya, IP diukur dari hasil rata-rata dari nilai yang kita peroleh, nilainya antara 0 sampai 4 jika ditulis dalam huruf adalah dari A=4, B=3, C=2, D=1, E=0. Nahh, itulah ukuran dari IP, dan menurut saya di dunia ini semua itu relatif, semua gak ada yang pasti, begitu juga IP, dan saya sama sekali tidak setuju kalau kita men-judge seseorang itu pintar atau tidak pintar dengan melihat IP nya, karena dalam meraih IP kita dipengaruhi banyak faktor, baik internal (dari dalam diri kita sendiri) maupun eksternal (dari luar diri kita).

Faktor internal bisa berupa sifat-sifat yang ada di dalam diri kita. sedangkan faktor eksternal adalah pengaruh atmosfir dari dunia luar contoh sederhana adalah metode pengajaran dosen dalam menyampaikan materi, mungkin banyak yang mengeluh kalau seseorang merasa bisa mengerjakan soal ujian namun nilai yang didapatkan tidak sesuai dengan semestinya. Dan akhirnya pertama kali mendapat IP jelek di semester satu ada keinginan untuk pindah jurusan karena jurusan yang diambilnya saat itu tidak sesuai dengan kemampuannya, kalo saya boleh JUJUR disini terus terang saya bukan mahasiswa yang berotak superior, bukan ber IP di atas rata-rata, jurusan yang saya ambil ini statistika sebenarnya pilihan kedua tapi karena salah input saat pendaftaran SNMPTN malah jadi pilihan pertama, IP semester satu saya juga tidak memuaskan, ini semua cuma sebagian kecil masalah saya dan mungkin menjadi masalah anda juga, masih banyak masalah-masalah yang lebih besar lagi, tapi gimana kita bisa menerima masalah besar kalo yang kecil aja udah bisa bikin kita down ?? apa kalia mau bunuh diri ?? enggak kan. Prinsip saya dalam hidup ini adalah apapun yang kita dapatkan nikmati dan syukurilah karena Allah tidak mungkin ngasih kita masalah diluar kemampuan kita.

Artinya adalah apapun yang kita dapatkan entah itu yang membuat kita senang atau sedih, dengan kualitas yang kita punya kita masih bisa menyelesaikan semuanya, tinggal gimana kita memulainya, karena hampir semua orang sulit untuk memulai sesuatu termasuk saya. Oke, kembali lagi ke IP, sejauh observasi saya selama ini di internet, lewat buku dll. Ada banyak orang sukses tanpa gelar, mereka tidak menyelesaikan pendidikan secaa tuntas. Mereka memilih untuk keluar dari dunia pendidikan karena berbagai faktor negatif yang mereka alami, beberapa orang itu adalah :
1. Larry page dan Sergey Brin
    Mungkin jasanya selalu kita pakai setiap saat ketika kita mencari suatu kata yang tidak kita    tahu. Yap, mereka adalah dua mahasiswa kurang kerjaan yang akhirnya jadi super konglomerat, kedua orang itu punya perusahaan seluas ratusan hektar, memiliki 20.000 lebih karyawan dan laba dari usahanya mencapai USD 10,74 Milliar. Mereka adalah 2 orang pendiri mesin pencari Google yang memulai usahanya di garasi dan menggunakan modal sendiri.


2. Bill Gates
    Tanpa dia mungkin waktu kita tidak efektif, semua harus dikerjakan secara manual, namun setelah lahirnya microsoft waktu kita lebih efektif dan efisien. Bill Gates memulai usahanya dari sebuah garasi rumahnya dan itu karena hobinya. Bahkan seorang Bill gates pernah mengatakan "I failed in some subjects in exam, but my friend passed in all. Now, he is an engineer in microsoft and i am the owner of microsoft". Kalimat yang sempat membuat saya merinding membacanya.


3. Owen Thor Walker
    Pasti banyak dari kalian yang tidak tahu tentang orang ini, dia adalah pencuri kelas super kakap yang berkeliaran di berbagai tempat didunia ini tapi hanya dalam satu waktu. Nah kok bisa ? dia tidak menggunakan sihir, tidak juga magic, tapi dia menggunakan kemampuannya dalam mengutak-atik komputer, dia adalah hacker berusia 19 tahun yang berhasil membobol lebih dari satu juta komputer dan rekening bank,dan dia mendapatkan uang sebanyak USD 20 juta hasil perbuatannya itu, jumlah yang sangat fantastis untuk pemuda seumuran dia. Kenapa saya kategorikan orang yang sukses disini ? karena sekarang dia bekerja di perusahaan telekomunikasi terbesar di selandia baru TelstraClear sebagai konsultan keamanan sebuah website.
Bahkan seorang pencuri dunia maya pun bisa menjadi orang sukses.



Ketiga orang itu yang menjadi inspirasi saya saat ini, saya tidak menuntut anda untuk menjadi seperti ketiga orang itu, tapi lakukan sesuai kemampuan kalian, sesuai hobi kalian untuk mendapatkan kesejahteraan hidup. IP bukan ukuran sejauh mana seseorang meraih kesuksesan, IP hanya sebagian kecil pintu menuju kesuksesan, IP hanya sebuah ukuran dan di dunia ini gak ada sukses kalo semua hasil yang kita raih harus dibatasi dengan sebuah ukuran, masih banyak jalan yang bisa kita lewati. Intinya kembangkan apa yang ada di dalam diri kita entah itu hobi ataupun yang lainnya, karena kita bisa punya banyak jalan kalo kita menguasainya.

Dan inilah tulisan dan pelajaran yang saya dapatkan dari berbagai buku pengembangan diri yang saya baca selama liburan satu bulan :) 

Semoga ada pelajaran untuk yang membacanya :)
HIDUP MAHASISWA INDONESIA !!!

Artikel Terkait