Blog ini di kelola oleh Ayyoub Maulana H, yang di buat untuk menyediakan fasilitas artikel IPTEK. Powered by Blogger.

MIX ALL

PERBEDAAN BBM PREMIUM DAN PERTAMAX



Mungkin akhir-akhir ini banyak yang bertanya, apasih bedanya premium sama pertamax ?? kok pertamax lebih mahal ya ?? kelebihannya apasih ?? kekurangannya apasih ?? terus kendaraanku ini cocoknya pake yang mana ya ??
Okee, disini akan saya paparkan kelebihan dan kekurangan lengkap dengan penjelasan cara kerja masing-masing jenis BBM ini. 


Tapi sebelum saya menjelaskannya lebih detail, anda perlu tahu beberapa istilah ini terlebih dahulu,
1. RON (Research Octane Number) atau biasa disebut nilai oktan, RON adalah tingkat kompresi pada mesin yang terjadi sebelum bahan bakar melalui proses pembakaran, misal : premium ber-oktan 88 artinya 88% terdiri dari iso-oktana dan 12% adalah n-heptana. Semakin kecil niali oktan maka volume BBM yang dibakar akan semakin banyak karena memiliki tingkat tekanan yang kecil.
 
Premium, BBM ini adalah jenis BBM yang paling murah karena mendapat subsidi dari pemerintah melalui APBN. BBM jenis ini umumnya berwarna kuning jernih dan memiliki nilai oktan (RON) hanya 88. Dengan nilai oktan yang kecil inilah yang kadang menyebabkan piston cepat rusak karena pembekaran tak sempurna.

Menggunakan tambahan pewarna dye, Mempunyai Nilai Oktan 88, Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah banyak

Pertamax
Pertamax memiliki nilai oktan 92, ini adalah produk yang dikeluarkan oleh pertamina pengganti premix pada tahun 98 karena campuran MTBE (methyl Tertiery Butyl Ether). Pertamax dihasilkan dengan mencapurkan zat aditif kedalam pembuatannya sehingga dihasilkan nilai oktan yang cukup tinggi. Pertamax dianjurkan digunakan pada kendaraan rakitan di atas tahun 1990 terutama yang telah menggunakan teknologi setara dengan Electronic Fuel Injection (EFI) dan catalytic converters (pengubah katalitik).

Ditujukan untuk kendaraan yang menggunakan bahan bakar beroktan tinggi dan tanpa timbal, Untuk kendaraan yang menggunakan electronic fuel injection dan catalyc converters, Menpunyai Nilai Oktan, Bebas timbal, Ethanol sebagai peningkat bilangan oktannya, Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah yang sangat sedikit dibanding BBM lain.

Pertamax Plus
adalah bahan bakar minyak produksi Pertamina. Pertamax Plus, seperti halnya Pertamax dan Premium, adalah produk BBM dari pengolahan minyak bumi, dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannnya di kilang minyak. Pertamax Plus merupakan bahan bakar yang sudah memenuhi standar performa International World Wide Fuel Charter (IWWFC). Pertamax Plus adalah bahan bakar untuk kendaraan yang memiliki rasio kompresi minimal 10,5, serta menggunakan teknologi Electronic Fuel Injection (EFI), Variable Valve Timing Intelligent (VVTI), (VTI), Turbochargers, dan catalytic converters.

Telah memenuhi standart WWFC, BBM ini ditujukan untuk kendaraan yang bertehnologi tinggi dan ramah lingkungan, Menggunakan teknologi Electronic Fuel Injection (EFI), Variable Valve Timing Intelligent (VVTI), (VTI), Turbochargers dan catalytic converters, Tidak menggunakan timbal, alias tanpa timbal, Mempunyai Nilai Oktan 95, Toluene sebagai peningkat oktannya, Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah yang sangat sedikit dibanding BBM lain.

Tujuan mesin dibuat dengan perbandingan kompresi tinggi adalah untuk meningkatkan efisiensi (irit bahan bakar) dan menurunkan kadar emisi.
Semakin tinggi angka oktan, maka harga per liternya pun umumnya lebih tinggi. Namun belum tentu bahwa jika mengisi bensin ber-oktan tinggi pada mesin motor kita, kemudian akan menghasilkan tenaga yang lebih tinggi juga.

Dianjurkan mengisi bensin sesuai nilai rasio kompresi (kecuali ada modifikasi lain). Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin semakin lambat terbakar (dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi). Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin lebih sulit menguap (penguapan rendah). Bensin yang gagal terbakar (akibat oktan terlalu tinggi), bisa menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.

Berikut daftar bahan bakar motor dan mobil sesuai rasio kompresi :

YAMAHA
Vega-R (9.3:1) Pertamax
Vega-ZR (9.3:1) Pertamax
Mio (8.8:1) Premium
Jupiter (9.0:1) Premium
F1ZR (7.1:1) Premium
RX-KING (6.9:1) Premium
YT 115 (7.2:1) Premium
RZR (7:01) Premium
Nouvo (8.8:1) Premium
Crypton (9.0 : 1) Premium
Yamaha Alfa (7.2 : 1) Premium
Yamaha RXZ (7.0 : 1) Premium

Jupiter-Z (9.3:1) Pertamax
Jupiter MX-135LC (10.9:1) Pertamax Plus
Scorpio-Z (9.5:1) Pertamax
VIXION (10.4:1) Pertamax/pertamax plus
Majesty 125 (11:01) Pertamax Plus
Scorpio (9.5:1) Pertamax

SUZUKI
Satria FU (10.2:1) Pertamax/pertamax plus
Shogun New FL125 Series (9.6 : 1) Pertamax
Shogun FD125 X (9,5 : 1) Pertamax
Thunder 125 (9.2 : 1) Premium/Pertamax
Spin 125 (9.6:1) Pertamax
SkyWave 125 (9.6 :1) Pertamax

KAWASAKI
Kawasaki Blitz R 53 mm x 50.6mm 111 cc 9.3 : 1 (Pertamax)
Kawasaki Athlete 56 mm x 50.6mm 124.6 cc 9.8 : 1 (Pertamax)
Kawasaki Ninja 250 62 mm x 41.2mm 2x 250 cc 11.5 : 1 (Pertamax Plus)
Kawasaki KLX 250 72 mm x 61,2mm 249cc 11 : 1 (Pertamax Plus)
Kawasaki Ninja RR 150 7.2 : 1 (Premium)
Kawasaki Kaze 9.3 : 1 (Pertamax)

HONDA
Honda GL 100 52 x 49.5mm 105.1 cc 9.2 : 1 (Pertamax)
Honda GL Max 56.5 x 49.5mm 124.1 cc 9.2 : 1 (Pertamax)
Honda GL Pro 61.0 x 49.5mm 144.7cc 9.2 : 1 (Pertamax)
Honda Supra 50.0 x 49.5mm 97.1 cc 8.8 : 1 (Premium)
Honda Tiger 63.5 x 62.2 mm 196.9cc 9.0 : 1 (Premium)
Honda Megapro 63,5 x 49,5 mm 156.7cc 9.0 : 1 (Premium)
Honda CS-1 58 x 47,2 mm 124.7 cc 10.7 : 1 (Pertamax Plus)
Honda Supra PGM FI 52,4 x 57,9 mm 124.8cc 9.0 : 1 (Premium)
Honda Blade 50 x 55,6 mm 109.1 cc 9.0 : 1 (Premium)
Honda Vario 10, 7:1 (Pertamax Plus)
Honda CBR 150 R 11:1 ( Pertamax Plus)
Honda Beat 125 9.2 : 1 (Pertamax)
Honda Scoopy 108 cc 9.2 : 1 (Pertamax)
Honda Absolute Revo 110 cc 9 : 1 (Premium)

SEMOGA BERMANFAAT :)
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pertamax_Plus
               http://www.memobee.com/perbedaan-bensin-premium-dengan-pertamax-422-eij.html%20%5B10
               http://id.wikipedia.org/wiki/Oktan




Share
Tweet
Pin
Share
No comments
 CARA SETTING EMAIL PEMBERITAHUAN GOOGLE FORM

Untuk yang sudah kenal dengan google docs, maka kalian juga harus tau gimana sih caranya mengetahui siapa aja yang udah melakukan submit di form yang kalian buat ?? nah, caranya menggunakan notifikasi email yang kita bikin nanti. Berikut langkah-langkahnya :

1. Langkah pertama silahkan kunjungi halaman Google Drive / Google Docs di url ini http://drive.google.com
2. Silahkan log in menggunakan username dan pasword Akun Google anda

Cara Setting Email Notifikasi Formulir Online Google Docs Drive 1

3. Silahkan klik formulir online yang sudah anda buat
 
Cara Setting Email Notifikasi Formulir Online Google Docs Drive 2

4. Silahkan klik tab Lihat Tanggapan

Cara Setting Email Notifikasi Formulir Online Google Docs Drive 3

5. Klik menu Alat. Baru kemudian silahkan klik sub menu Aturan Pemberitahuan

Cara Setting Email Notifikasi Formulir Online Google Docs Drive 4

6. Silahkan centang / check list opsi berikut ini

Cara Setting Email Notifikasi Formulir Online Google Docs Drive 5 

Keterangan:
Nomor 1 check list opsi Apa Saja pada Sheet ini Telah Diubah
Nomor 2 check list Seseorang Pengguna Mengirimkan Formulir
Nomor 3 check list Email – Intisari Harian
Setelah itu silahkan klik tombol Simpan

7. Silahkan klik tombol Selesai

Cara Setting Email Notifikasi Formulir Online Google Docs Drive 6




 Begitulah caranya agar kita bisa merekap data yang masuk dari formulir yang kita buat. 

SEMOGA BERMANFAAT :)
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
CARA MEMBUAT FORMULIR ONLINE MENGGUNAKAN GOOGLE DOCS

Google sekarang bukan hanya menjadi mesin pencari yang efektif saja, tetapi sudah sangat berkembang ke berbagai bidang untuk melayani para konsumennya, salah satunya adalah pembuatan formulir online gratis. Formulir ini sangat mudah untuk membuatnya, tidak perlu memiliki backgroung IT yang ahli untuk bisa membuat formulir online ini. Dan kabar gembiranya adalah fasilitas formulir ini di sediakan secara gratis oleh google.

Nah, bagi yang penasaran, gimana sihh cara buatnya ?? siapa tahu kamu butuh buat acara-acara yang butuh form registrasi secara online. Oke mari kita simak :

1. Silahkan kunjungi halaman Google Docs / Google Drive di url ini http://drive.google.com/
2. Silahkan log in menggunakan Account Google anda
3. Silahkan klik tombol Memulai 
4. Klik tombol Buat dan kemudian klik menu Formulir
5. Tulis judul formulir dan setelah itu silahkan pilih thema formulir anda. Baru kemudian silahkan klik tombol Oke
6. Silahkan desain formulir anda. Bisa berformat pertanyaan isian atau mungkin pertanyaan pilihan ganda. Setelah itu silahkan klik tombol Selesai.

Cara Membuat Formulir Online di Google Docs Drive 5

7. Klik tombol Kirim Formulir.

Cara Membuat Formulir Online di Google Docs Drive 6

8. Anda bisa copas link formulir anda atau mungkin ingin memasang formulir online di blog/web anda. Jika ingin pasang di blog/web, silahkan klik tombol Sematkan.

Cara Membuat Formulir Online di Google Docs Drive 7

9. Silahkan copas kode yang ada dalam kotak. Setelah itu, silahkan klik tombol Selesai

Cara Membuat Formulir Online di Google Docs Drive 8

Berikut adalah contoh formulir online yang sudah pernah saya buat. Anda bisa klik link ini untuk melihatnya.


Cara Membuat Formulir Online di Google Docs Drive 9

Nah, agar anda tahu apabila ada orang yang mengisi / mengirim formulir online ini, anda perlu melakukan setting email pemberitahuan. Caranya bagaimana? Silahkan pelajari lebih lanjut tentang CARA SETTING EMAIL PEMBERITAHUAN GOOGLE FORM

SEMOGA BERMANFAAT :)


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
DOWNLOAD LIST UNIVERSITAS DI JAWA TENGAH DAN YOGYAKARTA

Berikut adalah list universitas yang berada di Jawa Tengah dan DIY lengkap dengn list fakultas, No. Telp, alamat, email, dan website.
Silahkan langsung saja di sedot di sini >>>> DOWNLOAD <<<<<< 


SEMOGA BISA MEMBANTU :)
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Menakar Pendidikan Di Indonesia
 
Peringatan Hardiknas ditandai dengan aksi demo yang digelar di sejumlah kota di Indonesia. Massa kecewa terhadap pemerintahan SBY-Boediono yang dinilai gagal dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan murah bagi rakyat.
Aksi demo itu antara lain terjadi di Surabaya di mana ratusan orang yang tergabung Baris Rakyat Melawan (BRM) meneriakkan yel-yel penolakan terhadap komersialisasi pendidikan, menuntut pencabutan Undang-Undang (UU) Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menolak pengganti Badan Hukum Milik Negara (BHMN), penghapusan ujian nasional dan meminta diwujudkannya suatu sistem pendidikan yang berkualitas dan terjangkau oleh semua kalangan karena saat ini rakyat miskin tak bisa mengenyam pendidikan bermutu akibat mahalnya biaya pendidikan. Penjualan bangku pun kini menjadi sesuatu yang legal, lewat program bernama sekolah berstandar internasional (SBI) atau rintisan berstandar internasional (RSBI).
Undang-Undang Sisdiknas 2003 memperkenalkan klasifikasi sekolah baru. Sekolah itu antara lain disebut Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), Sekolah dengan Kategori Mandiri (SKM), dan kelompok Sekolah Biasa (SB). Pada SBI, pihak penyelenggara pendidikan diberi ruang untuk menggunakan silabus pembelajaran dan penilaian yang umumnya dipakai pada sekolah menengah di negara-negara yang tergabung dalam OECD.
Kebijakan ini pun kemudian ”rame-rame” direspons oleh sekolah-sekolah di Tanah Air, apalagi dalam Bab XIV pasal 50 ayat 3 Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, disebutkan bahwa pemerintah daerah harus mengembangkan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan menjadi bertaraf internasional, tak terkecuali di Kabupaten Jombang, Salah satunya adalan SMA Negeri 2 Jombang yang notabene SMA favorit di kabupaten Jombang tak mau ketinggalan untuk ikut mendirikan kelas SBI ini.
Jika SBI ini diterapkan dengan pembiayaan penuh dari pemerintah dan diperuntukkan seluruh siswa di Indonesia, mungkin tidak akan menjadi masalah. Namun, yang terjadi tidaklah demikian. Sekolah-sekolah yang mulai membuka “jalur” SBI ini nyatanya memungut dana belasan juta rupiah bagi setiap siswa yang ingin masuk jalur ini.
Meskipun SBI ini merupakan salah satu bentuk terobosan Depdiknas untuk mendongkrak mutu pendidikan di Indonesia, namun tak bisa dipungkiri ada beberapa hal yang cukup merisaukan dengan berkembangnya SBI ini di Indonesia
Mahalnya kelas SBI jelas hanya bisa dijangkau oleh orang tua berpenghasilan besar. Jika demikian bagaimana dengan siswa cerdas yang orang tuanya hanya pedagang sayur, tukang becak, atau buruh cuci, tidakkah siswa ini berhak mengenyam SBI? Tidakkah mereka berhak atas masa depan yang cerah dengan mencicipi pendidikan berkualitas?
Hal ini jugalah yang melatar belakangi tak tercapainya target program bidik misi yang digulirkan pemerintah sejak pada November tahun lalu. Dari target 3.000 pendaftar, formulir yang masuk ke Unair hanya 1.180 aplikasi. Begitu juga ITS. Mematok target 4.000 peserta, yang mendaftar hanya 2.200 calon mahasiswa. Angka itu jelas jauh dari harapan.
Ini dikarenakan sulitnya mencari siswa yang memenuhi tiga syarat lengkap yang ditetapkan. Yaitu, berasal dari keluarga tidak mampu, berprestasi, dan mau melanjutkan sekolah. Banyak siswa yang berasal dari keluarga miskin, tetapi dari segi prestasi kurang. Kalaupun ada siswa miskin yang berprestasi, mereka malah enggan kuliah. ''Impitan ekonomi membuat mereka lebih memilih untuk mencari pekerjaan daripada melanjutkan sekolah.
Dengan kata lain tak tercapainya target pendaftar disebabkan langkanya siswa miskin yang berprestasi yang dikarenakan mereka kalah bersaing de¬ngan siswa yang mampu. Keterbatasan dana membuat siswa miskin tidak bisa mengikuti pelajaran tambahan. ''Fasilitas mereka pun kurang jika dibandingkan dengan teman-teman dari keluarga mampu yang bisa bersekolah di SBI. Mulai kurangnya bacaan hingga keterbatasan mengakses internet. Maka kualitas lulusannya jelas beda.
Bidik Misi merupakan program yang dibesut untuk memutus rantai kemiskin¬an. Persyaratan utama untuk mendaftar program beasiswa itu adalah siswa SMA/SMK/MA/MAK atau sederajat yang dijadwalkan lulus pada tahun ini. Pendaf¬tar merupakan siswa atau calon mahasiswa dari keluarga yang secara ekonomi kurang mampu dan berprestasi, baik di bidang akademik/kurikuler, ko-kurikuler, maupun ekstrakurikuler, 
yang diketahui oleh kepala sekolah/pimpinan unit pendidikan masyarakat (dikmas) kabupaten/kota.
Adapun prestasi akademik/kurikuler yang dimaksud adalah peringkat 25 per¬sen terbaik di kelas, sedangkan prestasi pada kegiatan kokurikuler dan/atau ekstrakurikuler minimal peringkat ke-3 di tingkat kabupaten/kota dan harus sesuai dengan program studi yang dipilih.
Dana beasiswa dan biaya pendidikan yang diberikan melalui program Bidik Misi 2010 sebesar Rp 5 juta per mahasiswa per semester yang diprioritaskan untuk biaya hidup. Jumlah penerima beasiswa pada tahun anggaran 2010 adalah 20.000 orang yang disebarkan melalui perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia.
Alangkah lebih baiknya jika program bidik misi ini dimulai dari SMA dengan cara menjaring siswa miskin yang berprestasi mulai dari SD dan SMP yang nota bene pendidikan masih gratis sehingga akan lebih banyak siswa miskin berprestasi yang bisa dijaring, yang kemudian memasukkan mereka yang berprestasi ini kesekolah SBI dengan biaya dari pemerintah plus diberi tambahan biaya beli buku dan biaya lain-lain agar kualitasnya setara dengan siswa SBI lainya. Dengan langkah seperti itu saya yakin tujuan mulia program bidik misi untuk memutus mata rantai kemiskinan akan lebih cepat tercapai.
SEMOGA BERMANFAAT :)
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

PENGUNJUNG

Blog kamu traffic pengunjungnya sedikit dan
gak populer??
Mau meningkatkannya secara cepat dan
tak terbatas??
Serahkan pada saya.. Saya akan
melakukannya untuk anda 100 %

Klik Disini-1 dan Disini-2

INGIN MENGHASILKAN DOLLAR HANYA DENGAN MENULIS ARTIKEL ???
DAFTAR DI WEBSITE TRIOND.COM DI BAWAH INI :








BLOG INFORMATION

SEO Stats powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Entertainment Blogs
Top Sites
free search engine submission

TUTORIAL BLOGSPOT

    CARA MEMBUAT BLINK TEXT DI BLOGSPOT

    ALEXA BOOSTER

    Cara Memasang Backlink ke Ribuan Search Engine

    cara membuat widget social bookmark sharing is sexy

    Blog Dofollow 2011

    Membuat Menu Widget Scroll di Blog

    TRIK PASANG META TAG DI POSTING

    TEKNIK SEO PALING DAHSYAT

    Cara membuat text area di blog

    cara membuat blog dofollow

    cara membuat script redirecting

    cara memasang status ym di blog

    software pembuat banner gratiss

    paradigma ngeblog

    trik pasang widget tanpa judul

    cara memasang widget domain co.cc

    cara memasang artikel terkait bergambar

    cara verifikasi blog untuk di import di feed

    cara menghentikan layanan image tynipic

    cara memasang banner di bawah posting

    cara mengganti gambar backround blogspot

    cara memasang widget alexa

    cara mempercepat blog terindex di google

    cara membagi postingan menjadi 2 bagian

    cara pasang daftar isi otomatis

    cara mengindex blog ke google

    Cara memasang live traffic fidjit pada blog

    Cara membuat blog di blogger

    Cara meningkatkan rank blog

About me

About Me

Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit conseat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amei.

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Sponsor

Blog Archive

  • September 2019 (1)
  • August 2019 (1)
  • July 2019 (1)
  • September 2018 (1)
  • December 2017 (4)
  • March 2017 (1)
  • January 2017 (3)
  • December 2016 (3)
  • September 2016 (2)
  • January 2015 (1)
  • October 2014 (1)
  • August 2014 (4)
  • June 2014 (1)
  • April 2014 (2)
  • March 2014 (1)
  • February 2014 (6)
  • December 2013 (1)
  • November 2013 (1)
  • August 2013 (4)
  • July 2013 (5)
  • June 2013 (1)
  • May 2013 (1)
  • April 2013 (3)
  • January 2013 (1)
  • December 2012 (1)
  • November 2012 (1)
  • October 2012 (2)
  • September 2012 (2)
  • August 2012 (2)
  • July 2012 (3)
  • June 2012 (10)
  • May 2012 (2)
  • March 2012 (3)
  • February 2012 (2)
  • January 2012 (5)
  • December 2011 (11)
  • October 2011 (2)
  • August 2011 (4)
  • July 2011 (4)
  • June 2011 (14)
  • May 2011 (9)
  • April 2011 (10)
  • March 2011 (71)
  • February 2011 (37)
  • January 2011 (19)
  • September 2010 (2)

Created with by ThemeXpose